Jumat, 01 Desember 2017

Ku ingin mencintaimu tanpa beban

Untuk dirimu, seseorang yg aku kagumi, dan aku rindukan dalam tiap doaku. Meski hanya mampu melihatmu dari jauh, yg hanya bisa merindukanmu lewat doaku.Tak banyak inginku soalmu padaNya selain semoga kamu baik-baik saja disana. 

Aku pun tak ingin terlalu banyak mengaturmu, melarangmu ataupun mengekangmu. Karna ku tau bahwa dirimu dapat aku percayakan, dan bisa membuatku sedikit lega terhadap pikiran negatif soal dirimu diluar sana yg tidak benar. Ku ingin di setiap doamu selalu ada namaku yg kau sebut. Dan aku pun mengagumi diam mu yg tidak terlalu menuntutku untuk menjadi orang lain, namun kamu tetap perduli.

Ku ingin mencintamu tanpa beban, yg ku harap kamu mampu memberiku ketenangan dalam kegundahanku. Yg ku jadikan tujuan kedua ku setelah Tuhanku disaatku dilanda masalah. Ya aku tau jika kamu mungkin hanya bisa menenangkan saja, tapi setidaknya kamu bisa mengurangi sedikit dari rasa beban yg sedang ku pikul.

Aku pun tak ingin menuntutmu terlalu banyak, mungkin hanya diam yg bisa aku lakukan. Karena ku tak ingin dirimu menjauh bila ku terlalu banyak bersuara. Aku ingin dirimu nyaman denganku. Aku kan menjagamu, melindungimu, sampai disaat di mana kamu terluka dan terjatuh, aku akan tetap berada disisimu, menemanimu dan membantumu untuk bangkit kembali.

Dan aku ingin mencintamu tanpa syarat. Menerima segala kekurangan yg ada pada dirimu. Dalam suka maupun duka rasa ini tidak akan pudar oleh hal apapun. Dan semakin kuat bila bersamamu.

Percayalah, tak mudah bagiku mengungkapkan rasa rinduku yg hanya bisa ku utarakan lewat doaku. Dan senantiasa namamu selalu ku ucap dalam doaku. Semoga kamu baik-baik saja disana. 😊

PENANTIAN


            Tak pandai ku dalam hal menanti ataupun menunggu, tapi entah semakin waktu terus berjalan dan ku terus nyaman dengan kesendirianku hingga terlupa soal dirimu yg pernah aku nantikan atau ku tunggu kehadirannya. Seiringnya wakktu terus berjalan, seiringnya kesibukan ku terhadap karir ku yg terus melonjak naik, tak terasa bagiku sudah menginjak usia hampir seperempat abad dan masih sendiri. Sendiri tanpa adanya seorang kekasih, pasangan atau seorang teman hidup. Entah ku masih layakkah untuk menenanti hadirmu yg sempat terlupa oleh ku?

            Untuk dirimu, yg entah ku tau siapa dirimu, darimana asalmu, dan berapa usiamu. Kamu pasti kan datang menjemputku, dengan “kuda putih”-mu bak ksatria yg ada pada cerita dongeng anak-anak. Kamu akan menemui kedua orang tuaku dan mengutarakan niat awal mu yg ingin meminang seorang putri cantik mereka yg sudah lama menanti kedatangan mu.

            Ku harap kamulah orang yg terakhir dalam hidupku. Yg selama ini ku nanti dan kutunggu. Sesosok pria yg akan mendampingiku, membimbingiku serta mengajariku menjadi lebih baik dengan penuh kasih, sayang, dan kesabaran.

            Dan ku harap tidak-lah salah dalam penantianku kali  ini. Menunggumu hadir menjemputku, meminangku, dan menikahiku. Semoga kamu, entah siapa itu, baik-baik saja disana dan senantiasa dalam perlindunganNya. 😊 aamiin....