Tak pandai ku dalam hal menanti ataupun menunggu, tapi entah semakin waktu terus berjalan dan ku terus nyaman dengan kesendirianku hingga terlupa soal dirimu yg pernah aku nantikan atau ku tunggu kehadirannya. Seiringnya wakktu terus berjalan, seiringnya kesibukan ku terhadap karir ku yg terus melonjak naik, tak terasa bagiku sudah menginjak usia hampir seperempat abad dan masih sendiri. Sendiri tanpa adanya seorang kekasih, pasangan atau seorang teman hidup. Entah ku masih layakkah untuk menenanti hadirmu yg sempat terlupa oleh ku?
Untuk dirimu, yg entah ku tau siapa
dirimu, darimana asalmu, dan berapa usiamu. Kamu pasti kan datang menjemputku,
dengan “kuda putih”-mu bak ksatria yg ada pada cerita dongeng anak-anak. Kamu akan
menemui kedua orang tuaku dan mengutarakan niat awal mu yg ingin meminang
seorang putri cantik mereka yg sudah lama menanti kedatangan mu.
Ku harap kamulah orang yg terakhir
dalam hidupku. Yg selama ini ku nanti dan kutunggu. Sesosok pria yg akan
mendampingiku, membimbingiku serta mengajariku menjadi lebih baik dengan penuh
kasih, sayang, dan kesabaran.
Dan ku harap tidak-lah salah dalam
penantianku kali ini. Menunggumu hadir
menjemputku, meminangku, dan menikahiku. Semoga kamu, entah siapa itu,
baik-baik saja disana dan senantiasa dalam perlindunganNya. 😊 aamiin....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar